Darso (ft Natasha Rizky)



Darso Dukun Mandraguna
ft
Natasha Risky
***

***
Tokoh

***

Kisah ini berlatar belakangkan sebuah desa yang bernama Desa Sukasari, Desa Sukaraja, dan sebuah Kota jakarta.

Desa Sukasari terletak di kaki bukit yang hijau dan asri.
Desa ini telah ada sejak zaman kuno dan masih mempertahankan tradisi dan budaya yang kaya.
Sementara tak jauh dari Desa sukasari terdapat Desa Sukaraja.
Desa Sukaraja sebuah Desa yang amat tertinggal, banyak mistisnya, dan bahkan keberadaan desa ini sangat sedikit yang mengetahuinya.




****





EPISODE 1. ALWAHID


~SUKARAJA DESA~


Alkisah dimulai dengan memperlihatkan seorang lelaki paruh baya.
Tepat didepan lelaki tersebut terdapat berbagai macam dedaunan dan kendi² kecil yang berisikan ramuan² yang telah diracik dengan metode tradisional. Selain itu juga terlihat asap putih yang bertebangan keluar dari sebuah mangkuk yang ada di depan lelaki tersebut.


Lelaki itu bernama Darso Mandraguna, Berumur 62 tahun.
Darso memiliki fisik seperti lelaki yang sudah berumur lainnya.



Di Sukaraja nama darso dikenal sebagai Dukun sakti Tradisional yang juga mempertahankan kearifan lokal daerahnya.

Darso saat ini berada didesa sukaraja, Sukaraja sebuah daerah kecil dengan minim nya penduduk.
Didesa ini Darso mengembangkan bisnisnya sebagai seorang Dukun.
Sebagai seorang Dukun, tentunya darso sendiri sangat lah sakti. Bahkan dibelakang Namanya yang tertera kalimat mandraguna saat ini pun bukanlah kalimat yang dia dapatkan secara cuma².
Kalimat Mandraguna dia dapatkan dari Gurunya yang sangat sakti.


Meski sangat sakti Namun Darso tak pernah menggunakan kesaktiannya ke jalan yang salah seperti Santet, Guna², ataupun Membuat pasien memilih jalan sesat untuk menuju kesuksesan. Langkah tersebut sangat salah dimata darso.
Darso memilih jalan ninjanya sendiri, yaitu menjadi dukun pengobatan dengan ramuan² pengobatan dari akar² mistis dan daun² mistis.
Sudah banyak pengobatan yang telah terbukti khasiatnya, bahkan sudah banyak disembuhkan oleh darso.


***







~SUKASARI DESA~



Pagi hari ini, di Desa Sukasari diawali dengan suara ayam berkokok dan burung-burung yang berkicau.
Penduduk desa mulai beraktivitas, melakukan pekerjaan sehari-hari seperti bertani, berkebun, dan memancing.
Udara pagi yang segar dan suara alam yang merdu membuat desa ini terasa sangat damai dan tenang.

Terlihat disebuah kediaman yang megah dan cukup mewah.
Rumah itu adalah rumah Gusmantono dan Istrinya Ernawati Puspita(Wati).
Didesa Sukasari pak Gusmanto sangat terkenal dan juga terpandang.

Gussmantono berusia 57 tahun sementara istri berusia 45 tahun.
Gusmantono dan istrinya Ernawati Puspita berasal dari gunung kidul, desa sebelah sukasari.
Mereka berdua sebagai sepasang suami istri sama² berasal dari keluarga Pemilik pesantren.
Akan tetapi meskipun begitu, Gusmanto yang putra dari Pemilik Pesantren di saat itu tidak ingin melanjutkan Profesi sang Ayah Untuk memimpin pesantren.

Gusmanto Lebih memilih jalan lain, yang berprofesi sebagai Seorang PNS di Sukasari.



Ditemani sang istri, Gusmanto hidup dengan nyaman didesa sukasari.
Saat ini Gusmanto dan juga Ernawati memiliki satu anak perempuan bernama Natasha Riski Mantono.
Natasha sendiri kini hidup di kota besar dengan suaminya, selain itu Natasha juga seorang Artis yang terkenal.

****










Malam hari di Desa Sukasari diisi dengan suara gendang dan suling yang dimainkan oleh penduduk desa. Mereka berkumpul di balai desa untuk melakukan ritual dan upacara adat. Suara musik tradisional dan cahaya lampu minyak yang temaram membuat malam hari di desa ini terasa sangat mistis dan magis.


Berikut adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya:

Di tengah-tengah desa, terdapat sebuah alun-alun yang luas dan rimbun. Alun-alun ini menjadi tempat favorit bagi penduduk desa untuk berkumpul dan bermain. Anak-anak desa suka bermain sepak bola dan kasti di alun-alun ini, sementara orang dewasa suka duduk-duduk dan berbincang-bincang.

Di sekitar alun-alun, terdapat beberapa bangunan tradisional yang masih terjaga dengan baik. Ada sebuah masjid tua yang memiliki arsitektur yang unik, sebuah gereja yang dibangun pada zaman kolonial, dan sebuah kuil Hindu yang masih digunakan untuk ritual dan upacara.

Penduduk Desa Sukasari sangat bangga dengan budaya dan tradisi mereka. Mereka masih mempertahankan banyak adat istiadat dan ritual yang telah turun-temurun. Setiap tahun, desa ini mengadakan festival budaya yang meriah, dengan pertunjukan musik, tarian, dan teater.

Festival budaya ini menjadi kesempatan bagi penduduk desa untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka. Mereka juga berkesempatan untuk berbagi budaya dan tradisi dengan tamu-tamu yang datang dari luar desa.

Dengan semua keindahan dan kekayaan budaya yang dimilikinya, Desa Sukasari menjadi destinasi wisata yang sangat menarik. Wisatawan dapat menikmati keindahan alam, mengalami budaya dan tradisi lokal, dan berinteraksi dengan penduduk desa yang ramah dan hospitatif.



Bersambung

===============

Episode. 2 Keadaan yang pahit.



Natasya Rizki, seorang wanita yang dulunya bahagia, kini terjebak dalam krisis rumah tangga. Suaminya, Desta, sering kali mengabaikannya dan terlibat dalam berbagai masalah yang membuat Natasya merasa terasing dan tidak berharga.




NATASHA RISKY



Natasha sendiri merupakan Wanita berhijab yang memiliki tinggi badan sekitar 160 cm dan berat 58 kg.
Selain tinggi dan berat badannya yang ideal, dia memiliki asset yang pasti membuat laki-laki manapun menelan ludah.

Walaupun Natasha selalu memakai gamis Panjang tapi hal itu tidak bisa menyembunyikan asset-asetnya yang begitu menggoda dan juga dibalik gamis yang sering dikenakannya tentunya menyembunyikan tubuh bersih putih yang mengelora.

Natasha memiliki dua orang putra dan putri yang masih kecil, bernama miguel dan megumi, kedua anaknya tersebut masih sangat kecil yang berumur 5 dan 7 tahun.


Jauh sebelum natasha menikah denga desta, natsha riski sendiri memang telah terjun ke dunia entertainment.
Sudah banyak film yang dibintanginya, selain itu natSha juga terkadang menjadi icon sebuah iklan berbagai produk di indonesia.


Sementara desta sang suami juga bekerja dibidang yang sama dengan nya, sebagai artis mereka tentunya sangat terkenal keduanya.

Namun entah mengapa kini hubungan pernikahan yang dijalani oleh natasha dan desta menjadi sedikit renggang, bahkan banyak media yang mengatakan bahwa desta sudah menjatuhkan talaknya ke natsha riski.




Semua desas desus perceraian yang akan terjadi diantara mereka bukanlah sekedar kabar angin saja, atau berita Hoak. Karna beberapa hari yang lalu desta juga sudah mengklarifikasi masalah rumah tangganya yang telah retak dengan natasha di salah satu podcast, bahkan dirinya mengakui sudah mengurus semua berkas perihal perceraiannya dipengadilan agama.



Meski berita rumah tangganya ramai dibicarakan oleh media², Natasha riski terlihat sangat sabar dan menerima semuanya dengan iklas, meski jauh dilubuk hatinya dirinya merasa amat tersakiti.

Bersambung….

***


===============

Episode 3. Terpuruk



Sebulan sudah waktu telah berlalu, disebuah kamar tampak seorang wanita sedang mengurung dirinya dengan penuh rasa kesedihan yang amat mendalam akibat perceraiannya dengan sang suami.
Natasha merasa amat terpuruk dengan keadaan dan situasinya saat ini.

Dari sini kita menemukan sebuah penyebab perpisahan antara natasha dan desta yaitu sebuah perselingkuhan.

Perselingkuhan sang suami yang natasha ketahui sesungguhnya sudah lama terjadi, namun selama ini dirinya menahan diri dan mencoba sabar.

Namun alih-alih sabar natsha ternyata tak mampu lagi membendungnya, terlebih lagi sang suami sangat lah sibuk dengan pekerjaannya hingga tak pernah ada waktu lagi untuk keluarga dan dirinya. Maka dari itu natasha meminta sang suami menceraikannya.


Disisi lain sang suami tak ingin kehilangan natasha, wanita yang sangat dicintainya. Namun apalah daya semua nasi telah jadi bubur, dirinya sempat mencoba memperbaiki dengan natasha namun semua percuma. Dengan penuh penyesalah akhirnya desta memutuskan untuk mengikuti keinginan sang istri untuk berpisah.



Didalam kamar saat itu, derai-an air mata yang keluar di matanya yang cantik terlihat mengalir penuh kesedihan.

Mengalir tanpa bisa ia bendung lagi, membasahi pipinya.

Semua perasaan bercampur menjadi satu. Antara menyesal, bingung, takut, yang tak bisa ia gambarkan.

Yang jelas, saat ini natasha harus mencoba untuk bangkit dan semangat, karena ada dua malaikat kecil yang telah hadir disisinya, yaitu anaknya yg tercinta.


Keluarga yang dibinanya selama ini telah hancur, meski natasha tahu bahwa ini adalah sebuah ego yg menyelimuti dirinya.
Sebenarnya dirinya bisa saja mencoba menahan rasa sakit, namun tetap natasha hanya seorang wanita biasa.


Meski begitu natasha telah siap dengan konsekuensi yang akan diterimanya.
Sebelum hari ini terjadi,natsha juga sudah tahu semua resiko yang akan menantinya.


Beberapa saat setelahnya.

Natasha Riski duduk di sofa ruang tamu, menatap kosong ke depan. Ia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa pernikahannya dengan Desta telah berakhir. Mereka telah bersama selama 10 tahun, dan Natasha selalu berpikir bahwa mereka memiliki hubungan yang kuat.

Namun, kenyataannya adalah bahwa Desta telah meninggalkannya untuk pergi bersama wanita lain. Natasha merasa hancur dan tidak tahu bagaimana cara melanjutkan hidupnya.

Marni, pembantu yang telah bekerja di rumah Natasha selama beberapa tahun, masuk ke ruang tamu dan melihat Natasha yang sedang menangis dengan tatapan kosong.

"Mbak Natasha, apa yang terjadi?" tanya Marni dengan suara yang lembut.

“Udah mbakk, jangan difikirkan, mbok yakin mbak natasha pasti bisa ngehadapi semuanya” ucap marni

Natasha tidak menjawab, ia hanya terus menangis. Marni mendekati Natasha dan memeluknya.

"Mbak Natasha, mbok ada di sini untuk mbak. Saya akan membantu mbak dan juga akan menemani mbak melalui masa sulit ini," kata Marni.

Natasha merasa sedikit lega setelah mendengar kata-kata Marni. Ia mulai membuka diri dan menceritakan tentang perceraiannya dengan Desta.

(Marni sudah mengetahui persoalan yang terjadi, namun dirinya hanya diam dan mencoba tidak mencampuri urusan rumah tangga natasha)

Saat itu, Marni mendengarkan dengan sabar dan memberikan nasihat yang bijak. Ia mengingatkan juga Natasha bahwa ia masih memiliki banyak hal yang harus disyukuri, seperti rumah yang indah, keluarga yang mencintainya, dan teman-teman yang setia dan tentunya dua malaikat kecil yang hadir disisinya.

“Makasih mbok…” ucap natasha dengan suara yang terdengar parau.

Natasha mulai merasa sedikit lebih baik setelah mendengarkan ucapan Marni. Ia menyadari bahwa ia tidak sendirian dan bahwa masih ada banyak orang yang peduli padanya.

Marni, wanita yang bekerja selama beberapa tahun dengan natsha saat ini memang cukup dekat dengan natasha. Sosok marni ditengah-tengah keluarga natasha tak terlihat jika marni adalah seorang pembantu.
Hal itulah yang membuat marni saat ini juga ikut terpukul akibat keadan/situasi yang terjadi dikeluarga ini.
Marni juga ikut merasakan apa yang dirasakan natasha.
Semua yang menjadikan marni bersikap dan merasakan hal yang demikian juga karna rasa sayangnya kepada natsha, baginya natasha adalah orang yang sangat baik. Bukan hanya parasnya saja yang cantik, tapi natasha sangat pandai memanusiakan manusia.

Dirumah yang besar saat ini, selain tinggal dengan dua orang anaknya, marni juga ikut tinggal bersama Natasha.


Bersambung

***


===============

Eps. 4 Memanusiakan Manusia.




Dalam beberapa hari berikutnya, Natasha mulai memulihkan dirinya. Ia mulai melakukan aktivitas yang ia sukai, seperti berjalan-jalan di taman dan membaca buku, Karena meski dirinya sebagai seorang entertainment/artis, Natasha juga seorang penulis dan juga menggeluti bisnis.

Sebagai seorang penulis, Natasha telah membuat sebuah buku yang berjudul “KAMU TIDAK ISTIMEWA”.
Selain itu, Natasha juga mempunyai sebuah toko yang menjual berbagai pakaian-pakaian ISLAM dengan brandnya sendiri yang bernama “Alur Cerita”.

Mempunyai bermacam bisnis dan hobbi membuat wanita cantik yang selalu memakai jilbab saat ini membuat dirinya merasa sedikit lebih tenang.
Karena jauh dilubuk hatinya saat ini natasha memutuskan untuk bangkit dari keterpurukannya. Ia tidak ingin terus-menerus merasa sedih dan putus asa. Ia ingin kembali menjadi dirinya yang dulu, yang kuat dan percaya diri.


***


Pada saat ini, terlihat natasha baru saja kembali dari toko miliknya.
Karena diminggu ini tokonya akan mengenalkan produk baru.

“Assallammuallaikum….Mbook” ucap natasha dari luar


“Wallaikum sall…llam…iya mbak…bentar” ucap marni dari dalam.

Setelah pintu dibukakan oleh marni, natasha masuk kedalam.

“Mbok…mana anak² mbok….? Tidur ya ?” Ucap natasha.


“Iya mbak, tadi abis mbok t’menim main, eh malah bobok” ucap marni

“Yaudah mbok, hehhe bagus kalau gt mbok” ucap natasha sambil senyum kepada marni.

Melihat natasha kembali tersenyum membuat Marni sangat bangga dengan Natasha. Ia merasa bahwa Natasha telah membuat kemajuan yang sangat besar dalam hidupnya.
Natasha kembali semangat.

Ia juga merasa bahwa Natasha telah menemukan kembali kepercayaan dirinya dan telah memulai hidup barunya.


Saat memandang kearah natasha saat itu marni mengatakan.

"Mbak Natasha, mbok sangat bangga dengan mbak," kata Marni.

“ Mbook seneng, mbak senyum kembali” ucap marni

Natasha tersenyum dan memeluk pembantunya saat itu.

"Terima kasih, MBooook" ucap Natasha.

"Semua kan karna ada mbok, nggk tau deh gimana jdnya kalau nggk ada mbok “ ucap natasha dengan senyum

“Aduuh mbak natsha bisa aja, mbok jd seneng “ ucap marni

Sungguh baik natasha ini, bahkan pembantunya saja ikut merasakan penderitaanya.
Bahkan disisi marni berada saat ini, dirinya sama sekali tak merasakan sebagai seorang pembantu.
Inilah yang dinamakan “memanusiakan manusia”.




BERSAMBUNG


===============

Episode 5 Saat duniamu sedang tidak baik² saja, Namun pulang kerumah adalah cara meredam resahmu. Temukan, Pelipur Lara.


Siang itu, Natasha Riski berjalan menuju toko "Alur Cerita" yang dimilikinya.
Toko tersebut merupakan sebuah tempat yang menjual berbagai jenis pakaian Islam dengan desain yang unik dan elegan.
Toko “Alur Cerita” yang dimiliki Natasha adalah sebuah kebangga’annya.

Saat ini Natasha ingin memastikan Tokonya berjalan dengan lancar.
Dan juga natasha ingin memaastikan sebuah produk baru yang baru saja lounching.

Saat tiba di toko, Natasha disambut oleh karyawannya, yang bernama Anissa dan Arrin, dua pegawai yang sangat rajin dan berdedikasi.
Terlihat saat itu Mereka sedang sibuk mengatur tampilan pakaian di etalase dan membersihkan toko.

Natasha tersenyum melihat pekerjaan karyawannya. "Assallamuallaikum Anissa, Arrin, kalian sedang apa..?" kata Natasha.

“Wallaikum…sallaam ..buk” ucap arin dan juga anisaa secara bersamaan, dan saat itu juga anisa dan arin juga menoleh kearah sumber suara.

“Ehhhh mbaak…..wah” ucap arin

“Alhamdulillah…mbak…..” ucap anisa

Seketika saat itu anisa dan juga arin segera berdiri, kemudian bergegas mendekat kearah natsha.

“Mbaak…arin kangen, mbak baik² aja kan..?” Ucap arin sambil memegang pergelangan tangan natsha.

“Iyaa..anisa juga, kangen banget” ucap anisa disebelah arin, anisa pun juga meraih pergelangan tangan bosnya itu.

“Hehehe kalian, mbak juga kangenn sama kalian, makanya ksini” ucap natasha dengan senyumannya yang cantik

“Mbak baik² aja kan ..? Arin udah denger beritanya” ucap arin

“Iya rin, mbak baik² aja kok, “ ucap natasha sambil senyum kearah arinn


Anissa dan Arrin tersenyum dan mengucapkan “alahamdulillah Mbak Natasha, Kami sangat senang mndengarnya”

“Yaudah, mbak liat² dulu ya” ucap natasha



Kemudian, Natasha berjalan melihat-lihat dan memeriksa stok pakaian. Dia sangat puas dengan pekerjaan karyawannya dan merasa bahwa toko "Alur Cerita" akan terus berkembang dan sukses.

“Mbak, produk yang baru bagus deh, dan juga stoknya hampir habis, padahal baru beberapa hari “ ucap annisa

“Iya mbak, lebih baik kita tambah stoknya mbak” ucap arin

“Wah, alhamdullillah rin, nis..mbak seneng dengernya, yaudah minggu depan mbak hubungi pak jaka, nanti kalau dia kesini kalain jelasin ya yang mau distok lagi” ucap natasha.


“Iya mbak, siap” ucap arin dan juga anisa.





~Beberapa jam setelahnya.~

Natasha sedang sibuk dengan Laptop nya, sebagai desainer dan seorang penulis tentunya tak asing lagi jika melihat seorang Natasha Riski saat ini yang sangat Fokus didepan Layar Sebuah laptop.


Ketika itu Fokus Natasha Buyar, tiba-tiba ia mendengar suara teleponnya berdering diponselnya. Ia melihat layar telepon dan melihat bahwa itu adalah Mamanya yang menelepon.

Natasha segera Meraih ponselnya, dan menjawab telepon tersebut dengan cepat.

"Caca, anakku, bagaimana kabarmu?" tanya mamahnya dibalik telfon

Natasha merasa sedikit sentimental ketika mendengar suara ibunya. Ia telah lama tidak berbicara dengan ibunya karena kesibukannya dengan pekerjaan dan kehidupan pribadinya, apalagi selama proses perceraian natasha tak sanggup menelfon mamahnya.
Terakhir kali naatasha menelfon sang mamah adalah saat sebelum dirinya akan meminta cerai dengan sang suami, saat itulah dirinya menelfon sang ibunda.
Apalagi sang mamah saat ini selalu memanggil namanya dengan sebutan “Caca”.
Karena saat kecil dan berada dirumah, natasha dipanggil “Caca”.

"baik, mah" jawab Natasha. " Aca sedang sibuk, ini lagi ditoko aca mah" ucap natasha dan seketika itu juga mata natasha berlinang karena mendengar suara ibundanya.
Jiwanya serasa riyuh, dan tubuhnya merasa ingin melepas kan tangisnya.


Ibunda yg sedang menelfon ketika itu sangat lah mengenal natasha, dirinya sangat paham sifat natsha, bahkan saat ini dirinya mengetahui bahwaNatasha pasti tak sanggup menahan tangisnya.

Sayup-sayup terdengar suara isak-isak (belum menangis)

"Nak….mamah senang mendengarnya,...aca..hey nak," ucap sang mamah.

Saat itu natasha hanya diam dan matanya tak lagi mampu membendung air matanya.

Sayup² sang ibunda kembali mendengar suara isak tangis.

“Kenapa ca…? Udah ca, semua udah terjadi, mamah percaya sama aca, semua pasti bisa aca atasi” ucap sang mamah

“Maah, maaf mah…” ucap natasha dengan penuh penyesalan, air matanya deras mengalir.

“Udah ca, biarlah yg udah terjadi, aca kuat ya” ucap mamah.
“Nggk ada Yang harus aca minta maaf kan, aca nggk salah,” ucap mamah

“Iya…tapi aca takut mamh marah” ucap natasha

“Nggk, mamah maupun papah nggk akan ada yang marah ca, itu kputusan aca, apalagi aca sangat yakin kan ?“ ucap mamah

“ Oh iya, aca kesini ya, kerumah…” ucap mamah

“Mamah kangen sma aca, kan lagi ditoko jugak, masa nggk ksini”

“Aca ksini ya, mamah kangen nih,”
ucap ibu natasha.

Ibu natasha, adalah perempuan yang Soleh yang taat beragama, islam.
Namanya : Ernawati Puspita, yang biasa dipanggil dengan sebutan Bu wati.
Wati dibesarkan di Gunung Kidul desa kecil yang penduduknya sangat menjunjung tinggi sebuah Nilai agama islam. Selain itu wati adalah anak dari seorang pemimpin sebuah pesantren didesa tersebut.
Karena derajad itulah yang membuat wati berjodoh dengan suaminya saat ini, gus Manto.

Kedua orang tuanya saat ini tinggal didesa yang bernama Sukasari.

Irmantono atau bisa dipanggil Gus manto adalah ayah dari natasha riski.
Gus manto adalah ayah yang sangat baik, dan juga tegas, apalagi didepan natasha.
Gusmanto sendiri berprofesi sebagai PNS, namun kini sudah pensiun.

Gusmanto berasal dari keluarga yang juga sangat taat beragama. Seperti sang istri, Gusmanto juga seorang anak pendiri pesantren sekaligus pemimpin.
Karena berasal dari keluarga yang sangat mendalami islam, membuat gusmanto dan juga wati mengajarkannya kepada anaknya norma² yang tertera pada islam.
Karena itulah sampai saat in membuat natasha sangat taat bergama.




Namun, kini natasha sangat takut menemui papahnya.
Perihal perceraian di islam sangat menentangnya.



***

Kembali pada saat ini,

“Maah…iya, aca krumah” ucap natsha

“Maah…papah nggk marah kan ?” Ucap natasha kembali

Natasha terlihat mengusap air matanya yang mengalir membasahi pipinya menggunakan tisu.

“Acaa..mamah maupun papah nggk akan marah dan nggk akan menentang apapun yang akan aca lakukan perihal urusan rumah tangga acaa.”

“Kamu tenang aja nak, yaudah…aca ksini ..mamah kangen. Asalammuallliakum” ucap sang mamah

“wllaikumsallam mah” ucap natasa
Ia segera mengakhiri telepon dan memutuskan untuk segera mengunjungi mamahnya.


Natasha merasa sedikit tenang setelah mendengaar suara mamahnya.
Dan juga dirinya tak bisa membohongi, bahwa dia juga kangen dengan sang ibunda tercinta.

Selain itu Ia juga merasa sedikit bersalah karena sudah bercerai dengan suaminya. Apalagi dengan ayahandanya !.., natasha sungguh sangat takut.
(Dalam prasangka natasha, “ayahhanda pasti sangat marah dan murka akibat percerainnya dengan sang suami”)



Annisa, Arin, melihat Natasha sedang mempersiapkan diri untuk pergi.

"Mbak Natasha, mau kemana?" tanya Arin

"Mbak mau ke rumah mamah, yaudah nanti bantuin rekap laporan mingguan nya ya anisa-arin " Ucap atasha.

“Oh iya mbak, mbak hati² ya” ucap anisa dan arin

Natasha tersenyum dan mengangguk. “Iya rin…nis…”

Kemudian natasha meninggalkan toko”AlurCerita” dengan menggunakan mobil kesayangannya menuju kediaman orang tuanya yang memang lumayan jauh dari lokasi toko berada.

Saat ini, kedua orang tua natasha tinggal didesa Sukasari.
Desa indah yang sangat nyaman.

Desa tersebut sungguh terkenal dengan desa yang terindah diindonesia, selain itu disana masih kental adat istiadat, budaya.

***

Dua jam perjalanan kini natasha memasuki desa sukasari.

Saat memasuki Desa Sukasari Natasha merasa tenang, selain terlihat Sangat indah desa ini sungguh teramat damai.

“Masih sama aja suasananya” ucap natasha sambil tersenyum menengok suasana desa dari dalam mobil yang sedang dikendarainya.

“Penduduk desa yang ramah dan hospitatif membuat setiap tamu merasa seperti di rumah sendiri” pikir natasha saat melewati pasar yang ramai dengan para warga pribumi.


“Desa ini adalah tempat yang ideal untuk mereka yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kota dan menemukan ketenangan dan kedamaian” pikir natasha saat memandang kearah perbukittan yang hijau.




Tak lama setelahnya saat ini, Setibanya Natasha di rumah saat itu mamahnya terlihat sudah berdiri di teras menunggu dihampiri.

Dari jauh senyumnya sangat tulus kearah natasha. Tangannya terlipat kedepan,

“Aacaaaaaa….” Ucap mama

Mamahnya menyambut Natasha dengan hangat. Ia memeluk Natasha dan menciumnya.

"Acaaaa, mamah kangen, udah sebualan lebih kamu nggk ksini, mamah senang, aca datang," kata ibu ernawati.

Natasha merasa sedikit terharu ketika berada dipelukan mamahnya.
Matanya terlihat berlinang menggenangkan air.

“Maaf mah….” Ucap natasha

“Udah ca.. kita k’dalam yuk” ucap mamah

Saat Ia duduk di sofa dan memandang ibunya.

"Maah…aca kangen sma mamh” ucap natasha

“Iya, mamah juga nak”

“Maah…papah gimana? Nggk marah kan sama aca..?”

Ibundanya memandang Natasha dengan lembut.
“Nggk nak, papah nggk akan marah sama aca” ucap mamah

“Aca takut mah” ucap natasha

“Papah cuman nggk suka klw telfonnya nggk aca angket” ujar sang mamah

“Maaf ma, aca salah” ucap natasha sambil berlinang air mata

“Iya ca, udah…..! , mamah ngerti kok, lagian sebelumnya papah udah mamah ajak bicara” ucap mamah

“Mangkanya mamah dan papah nggk mau gangguin aca sebelumnya”

“Mamah sebagai seorang ibu dan juga seorang istri pun sangatlah paham sama situasi yang aca hadapin dan juga mamah coba yakinkan ke papah”

“mamah bilang ke papah : kalau aca harus selesaikan itu sendiri, itu keluarga aca” ucap mamah

“Dan juga mamah melarang papah yang selalu mencoba untuk menelfon aca, bahkan mamah pun melarang papah yang mencoba pergi berangkat ke rumah aca”

“Makasih mah…”
Natasha memeluk mamahnya dengan sangat erat. Isak tangis mengiringi deras air matanya yang membasahi pipinya yang cantik.


***

Ketika Natasha dan mamahnya duduk di ruang tamu saat itu dari arah belankang tiba-tiba, Ayah Natasha, gusmantono, masuk ke ruang tamu dengan wajah yang sangat sedih.


Dari arahnya berada saat itu terlihat putri cantiknya yang sangat disangi menagis dipelukan ibunya.


Kehadiran Gusmanto disadari oleh wati.


“Papah…” ucap wati sang istri dari tempat duduknya.


Sementara natasha yang sedang memeluk tubuh wati ketika itu langsung merespone karena mendengar sebuah suara dari ibunya, natasha langsung menoleh kearah lain.


Dan terlihatlah saat itu seorang pria yang telah menjadi cinta pertama dalam kehidupan natasha, lelaki pertama yang sangat disayangi natasha, siapa lagi kalau bukan ayahnya.

Ya, bagi setiap perempuan didunia ini seorang ayah adalah cinta pertamnya.

Seketika natasha berdiri dan berjalan melangkahkan kakinya kearah ayahnya.

Dan…dipeluknya tubuh sang ayah dengan sangat erat.

“Paah…ma’afin aca…” ucap natasha sambil menangis

“Iya..nak…aca nggk salah, dan nggk ada yang salah” ucap gusmanto

“Yang salah papah, yang nggk ada disaat aca bermasalah” ucap gusmanto

“Aca takut bertemu sama papah, aca takut menerima telfon dr papah, dan aca takut jika papah tak menyetujui tindakan aca”

“Nggk nak, papah nggk marah, papa akan selalu ngedukung aca” seketika saat itu gusmanto terlihat menangis. Dipipinya terlihat ada butiran air yang membasahi.



Natasha merasa sedikit tidak nyaman melihat papanya sedih. Dari kecil kali inilah dirinya melihat papanya menangis.

“papah kenapa, papah jangan nangis” ucap natasha

"Papah, aca nggk mau ngeliat papah sedih." Ucap natasha

“Udah pah, ih nggk malu apa diliatin sama aca “ ucap istrinya.

“Aca udah, sini bawa papa ksini,” ucap bu wati dengan memerintahkan aca untuk membawa papahnya duduk.



Kemudian, gusmantono duduk di sebelah Natasha dan memeluk putrinya.

"Papah sedih sekali nak..,," kata gusmantono.

“papah sedih karena papah nggk bisa melindungi aca." Ucap gusmantono

“Apaalagi papah tahu penyebab aca bercerai” ucap gusmantono

“Iya pah, udah papah jangan nagis, semua nggk salah papah juga, ini salah aca..dan maafin aca udah kek gini” ucap natasha .

Air mata natasha tak hentinya menetes, begitupun dengan sang ayah.


Ibu wati, memandang kearah suami dan putrinya dengan mata yang lembut penuh kasih.

"Udah pah, anak kita udah ngambil keputusan yang dia mau kok" kata bu wati kearah suaminya.

"Udah ca jangan nangis lagi..aca juga harus sadar kalau acar ada mamah dan papah disini, jadi jngan nangis lagi caaa” ucap mamah natasha.


Mendengar ucapan istrinya gusmanto seketika mengangguk dan memandang Natasha.

“Aca udah makan nak..?” Ucap gusmanto

“K’napa nggk bawa cucu papa ksini ?” Ucap gusmanto kembali

“Tadi aca dari toko pah, kalau aca pulang kerumah dulu pasti jauh pah dan akan lama. Mungkin malam Aca sampe kesini pah, apalagi macetnya juga pah “ ucap natasha

“Dan juga tadi aca udah berkabar sama mbok kok pah” ucap natasha.

“Yaudah, besok minggu aca ksini ya, aca bawa cucu papah” ucap ayahnya






Natasha merasa sedikit lega melihat ayahnya mendukungnya dan juga berujar seperti demikian, seperti biasa disisi ayahnya aca merasakan bahwa semua akan baik² saja.

“Iya pah, minggu besok aaca kesini sama anak²” ucap natasha.


Selama berada dirumah yang berisikan sosok dua orang yang dia sayangi, natasha sangat nyaman sekali.
Gairahnya untuk hidup seketika kembali.
Masalah yang dia miliki kini terasa bukanlah hal yang besar lagi.

Semua resah dan gelisah yang dirasakan nya saat ini telah meredam sudah.
Fikiran yang seakan berantakan kini ber ansur ansur kembali tertata rapi.



***



Saat sore hari, Natasha memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Ia telah menghabiskan waktu yang cukup lama dengan Papah dan juga mamahnya.
Ditempat saat ini, saat berada dengan mamah dan papah nya membuat natasha merasa nyaman.

Apalagi saat ini ia merasa bahwa ia telah mendapatkan dukungan yang sangat besar dari mereka perihal keutusan yang sudah diambilnya.


~Pada saat hendak pulang.~

"Nak….Aca harus berhati-hati di jalan ya," kata Papah.

"Jangan lupa pakai sabuk pengaman dan jngan telponan saat mengemudi ya." Ucap mamah.

"Iya… Papah," kata Natasha.

"Jngan lupa minggu besok bawa cucu papa kesini “ ucap gusmanto

Natasha tersenyum kearah Papah dan mamahnya.

“Iya pah….mamah papah, Aca pulang dulu ya, Asalammuallaikum” ucap natasha

“Iya…..nak….wallaikumussallam”


Setelah itu, Natasha menjalankan mobilnya kearah jalur keluar Desa sukasari.



Pada saat ini perasa’an natasha sangat legah sekali saat melajukan mobilnya meninggalkan kediaman orang tuanya.


***


Dalam episode saat ini ada sebuah pelajaran yang dapat dirasakan oleh siapa saja, bukan hanya natasha riski.

Jika duniamu tidak baik-baik saja bahkan duniamu penuh kekacauan maka hanya ada satu cara untuk mengobati rasa resah mu, yaitu pulang.

Pulanglah, dimanapun itu ! Kunjungi orangTua mu. Mereka akan membuka tangannya untuk memelukmu dengan erat.

Dan sekalipun sosok orang tuamu tidak ada lagi, asalkan rumah masa kecilmu terkunjungi, maka nikmatilah kenangannya.
Situasinya akan membuatmu cukup lebih tenang.

Pulanglah, kamu akan memahami apa itu “pelipur lara”.





Bersambung


===============

Episode. 6 Misterius, Bermata tajam.

Sangat pelan dan penuh kehati-hatian saat ini mobil yang dikendarkan natasha berjalan mulus diarea Desa. Saat ini natasha masih berada dijalur area yang ada didesa.



Sebelum melanjutkan ke area luar, natasha terlebih dulu berhenti disebuah Toko/mini market yang ada diarea Desa untuk membeli sesuatu.


Sekitar beberapa menit berada didalam Toko kini terlihat natasha baru saja keluar dari mini market tersebut.

Namun, tepat pada saat Natasha baru saja keluar dari pintu ia berpapasan dengan seorang lelaki paruh baya yang sedang berdiri di depan nya yang juga hendak masuk.

Lelaki tersebut terlihat sangat tua, kulitnya hitam, dan kurus.
Tatapan lelaki tersebut sungguh sangat berbeda dari lelaki yang pernah bertemu dengan natasha.

Selama ini, meskipun natasha seorang artis namun setelah dirinya nikah dengan suaminya dia sangat jarang melakoni per film-man.


Jadi saat ini natasha merasa orang-orang tidak mungkin mengenal nya sebagai artis.
Meskipun kenal mungkin hanya beberapa fans beratnya saja, dan itu pun bukanlah lelaki paruh baya seperti dia temui saat ini, melainkan ukti-ukti yang berjilbab dalam. Karena sebagian fans dari natasha riski adalah wanita soleha.



Disis lain saat ini, Lelaki paruh baya yang tak sengaja bertemu dengan natasa saat itu bernama Sepri Domuro, berumur 61 tahun yang berasal dari Ambon.

Sepri Domuro memiliki panggilan Asep adalah seorang pria yang sangat keras, terlatih dan juga disiplin.
Meskipun umurnya akan melewati angka 60 saat bulan ini berakhir namun dirinya sama sekali tak terlihat seperti lelaki lainnya yang memiliki umur yang sama dengannya.
Berasal dari ambon dan besar dikeluarga dengan keadaan yang berekonomi sulit, buruk, bahkan kriminal, membuat sikap keras dari Sepri domuro terbentuk.

Sepri domuro dulunya berkarir sebagai seorang satpam yang “berkontrak” disebuah kota besar. Namun itu sebelum dia pensiun.

Kini sepri memilih tinggal di desa Sukasari.
Selama berada didesa ini, sebelumnya sepri domuro bekerja sebagai pedagang pasar hingga kini dia diangkat menjadi keamanan Kelurahan Didesa sukasari.

Meski masa umur Sepri domuro sebagai satopam sebenarnya sudah masuk ke masa pensiun namun entah mengapa lelaki paruh baya itu kini diutus menjadi keamanan dikantor kelurahan pada desa sukasari.
Didesa ini, lelaki yang biasa dipanggil dengan nama Asep itu sudah memasuki tahun ke 4, sebuah kategori lama.
Bahkan para penghuni dan masyarakat sudah cukup mengenal beliau.



~profil Singkat asep/sepri domuro~


Pak asep(sepri domuro).
Sebelumnya sepri domuro atau asep sendiri memiliki banyak istri.
Sudah banyak wanita dia peristri, istri pak asep sampai saat ini sebanyak 10 orang lebih dengan anak yang tidak diketahui jumlahnya, sebab semua istri nya dia tinggalkan tanpa perceraian yang jelas.

Masa lalu nya dulu yang sangat kelam. Dulu dirinya sempat bekerja berpindah-pindah tempat.

Dan juga karena alasan itulah membuat pak asep memiliki istri disetiap tempat yang dia tempati.
Lalu kemudian, Jika dia pindah kerja atau tempat ke tempat yang lain dia akan meninggalkan istrinya, lalu menikah kembali ditempat barunya.


Semua itu, selain karna faktor ekonomi tentunya juga karena sebuah karakter seseorang yang sangat buruk.


Kini Kehidupan pak asep ditempat ini adalah tempat yang entah kesekian kali baginya.
Bekerja sebagai keamanan di desasukasari ini, pak asep hidup hanya sebatang kara tanpa adanya istri disisinya, karena pak asep sendiri sampai saat ini pun belum ada niat lagi untuk menikah.


~Kembali kemasa saat ini~



Disebuah Toko minimart, di area Sukasari
Pak Asep terkesima melihat Seorang wanita yang sangat cantik, anggun dan memiliki hidung yang amat mancung.
Paras wanita yang dilihatnya membuatnya sangat tertarik.
Matanya pun tak henti memandang wanita tersebut.

Wanita yang sedang dilihatnya itu sangat sempurna, tubuhnya singtal dan berkulit putih bersih.

“Sungguh seksi” pikir pak asep yang liar.

Mata pak asep seakan tak berkedip melihat wanita yang ada didepannya.
Wanita cantik yang mengenakan jilbab Untuk menutup rambutnya itu baru saja keluar dari dalam minimrt.

Wanita itu berjalan dengan langkah yang amat anggun, pinggulnya yang lebar terlihat berlenggak lenggok, asep sungguh terpesona oleh nya. Ia tidak bisa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari wanita tersebut.

Ya,wanita yang sedang dalam pandangan asep adalah Natasha riski.
Natasha yang sedang berjalan kearah mobilnya sempat melemparkan sebuah senyum kepada asep saat berlalu dihadapannya.
Sebuah senyum yang manis serta aroma farfum yang lembut dari natasha saat itu membuat Asep terpesona.

"Wah, siapa gadis cantik itu?" pikir Pak Asep dalam hati.
"Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya. Pasti dia baru pindah ke komplek ini." Ungkap hatinya.
“Tapi wajahnya sunggu familiar didalam pikiranku, ya …aku pernah melihatnya” ucap asep dalam hatinya.


Lagi² pak Asep tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Natasha, yang sedang berjalan menuju mobilnya.

Pak asep kali ini melihat sisi belakang natasha, penglihatannya dari atas hingga ke bawah lalu berhenti kearah tubuh bagian bawah, yaitu pantatnya.

“Sungguh menggoda”

Natasha saat itu mrngenakan baju muslim terusan yang ketat membuat lekuk ditubuhnya sangat jelas terlihat.
Walaupun natasha sudah memiliki dua orang anak akan tetapi tubuh nya masih terlihat bagaikan para remaja.



(Foto)




Seketika natasha membuat gairah kelakian asep kembali menggelora.
Pandangan nya sangat tajam mengarah kesetiap inci tubuh natasha.

Secara sendirinya saat itu signal yang sudah tertera liar mengisi ruang otak kirinya mengalir ke area bawah yaitu alat fitalnya.
Ya, kemaluan lelaki paruh baya itu kini telah menegang keras dari dalam celana yang dikenakannya.

Bagi pak asep ini adalah moment yang telah lama tak dirasakannya.
4 tahun asep tak pernah merasakan gairah seperti ini lagi.
Gairah nafsunya kembali hidup, birahi yang ada seakan tak tertahankan lagi.



~Masih didetik yang sama ketika itu.~

Kini terlihat Natasha membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya.
Pandangan asep masih tidak bisa teralihkan.

"Aku harus cari tahu siapa gadis cantik itu," pikir Pak Asep dalam hati.

"Aku akan mencari tahu tentangnya." Saat sosok yang dipandanginya sudah hilang dihadapannya.

“Tapi paras nya dan juga wajahnya saya rasa pernah melihatnya, tapi dimana ?” Ucap pak asep dalam hati bertanya-tanya.

Pak Asep memutuskan untuk mengikuti Natasha, untuk mencari tahu tentangnya.

Pak asep berjalan menuju mobil natasha yang diparkir tak jauh dari sisi depan halaman minimarkt.


Pak asep bergegas berjalan sebelum mobil pergi.
Namun, tepat beberapa langkah lagi dirinya sampai didekat mobil tekadnya terasa sia-sia.

Mobil sudah memulai mesinnya, lalu berjalan pergi meninggalkan area mini mart saat ini.


Rasa kecewa sungguh terasa oleh asep.
Dia termenung melihat kearah mobil yang berlajan meninggalkannya.

***




Disisi lain saat itu didalam mobil saat ini.

“duh, tajem banget tatapan bapak tadi ya….ih” ucap natasha resah



BERSAMBUNG


===============

Episode. 7 Birahi Menggelora



Didalam mobil yang melaju pada jalur lalulintas yang cukup tenang.
Ketika itu, dengan bimbang penuh rasa penasaran dengan sosok yang baru saja dia temuinya, membuat natasha tak sedikitpun melupakan kejadian yang baru saja dilewatinya.

Tatapan misterius dan sangat tajam, tatapan yang menatap menembus qalbu jiwanya, seakan menerkam tubuhnya.


Apalagi ketika natasha mengingat kejadian saat dirinya memasuki mobil, dari dalam natasha menoleh kearah jauh ke sosok lelaki tersebut berdiri, matanya terlihat tak sedikitpun teralihkan kearah dirinya berada.

Dan apalagi yang membuat natasha berdebar penuh kecemasan yaitu ketika lelaki tersebut berjalan bergegas menghamipirinya.
Hal itu lah yang membuat natasha segera menghidupkan mesin mobil nya lalu dengan cepat menjalaninya.



***


~Disisi lain, disebuah pos keamanan desa sukasari~


Terlihat pak asep sedang memainkan ponsel digenggamannya.
Masih jelas wajah seorang wanita di pikirannya, bahkan hingga saat ini pak asep mencoba mengingat kembali wajah yang tak asing baginya itu.



“Sungguh cantik sekali, bahkan berhasil membangunkan monster dicelanaku” ucap pak asep dengan sendirinya.

Pak Asep masih terus berpikir, dan terlihat sangat bingung. Dia merasakan jika wajah wanita yang dilihatnya itu, pernah dilihatnya sebelumnya.

“Tapi dimana ?” Ucap asep, ia tidak bisa mengingat di mana ia pernah melihatnya.

"Siapa gadis cantik itu?" pikirnya dalam hati.

"Aku yakin aku pernah melihatnya sebelumnya, tapi aku tidak bisa mengingat di mana." Keluh nya.

Pak Asep terus memikirkan tentang sang wanita, mencoba untuk mengingat di mana ia pernah melihatnya.
Sementara matanya tetap melihat kearah layar ponselnya, mungkin ada sesuatu yang bisa membantunya mengingat.


Namun….saat Pak Asep melihat ponselnya, ia melihat foto Natasha di layar branda faceboDnya. Ia terkejut, karena ia baru saja menyadari bahwa wanita yang bertemu dengannya adalah Natasha Riski.
Artis Cantik yang selalu mengenakan hijab itu telah lama menjadi idola bagi Asep.

"Wow, aku tidak percaya!" pikir Pak Asep dalam hati.
Hatinya girang penuh kesenangan.

"Natasha Riski, artis cantik yang aku idolakan, ternyata tinggal di desa ini!"Pikir pak asep

Pak Asep merasa sangat gembira, karena ia telah menemukan sesuatu yang sangat menarik, yang dapat membangkitkan gairahnya.

“Tapi…apakah benar natasha tinggal didesa ini…?” Ucapnya dlm hati

“Ah…nggk mungkin” ucap asep dalam hati



Namun tiba² pak asep terlihat menundukkan kepalanya, dia merasa sangat bodoh telah menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ada didepan mata.

Jika natasha bukan lah tinggal didesa ini maka tentunya selanjutnya sangat tidak mungkin dirinya bisa melihat Natasha lagi.

Raut wajah yang lesu dan perasaan yang murung menghiasi asep saat itu, bersamaan dengan itu ia berharap bahwa bisa bertemu dengan Natasha lagi suatu hari nanti.

“Apakah ada kesempatan itu lagi” pikir asep



***



~22.08 Wib~


Disuatu malam yang sangat dingin terlihat pak asep sedang sibuk dengan ponselnya.
Entah apa yang sedang dilihatnya pada malam yang sunyi itu.
Raut wajah yang terlihat tegang dan dengan sorot mata yang tak hentinya dipandangi ke layar ponsel yang sedang didalam genggamannya.

Tiba² dengan sangat pelan tangan yang satunya menjalar kearah area selangkangannya.
Ya, dia memasukkan dan juga terlihat menarik celana pendek yang sedang dikenakan.
Dan…seketika terpampanglah kemaluan pak asep saat itu juga.
Sangat hitam legam dari pangkal hingga ujung helm, juga berUrat, dan terlihat sangat keras, namun sama sekali tak terlihat ada batasan kulup dari area kulit batang yang legam itu, yang menandakan bahwa pak asep tidak disunat.

Ukuran dari kemaluan pak asep sungguh sangat besar, bahkan hampir tak mampu digenggam olehnya.
Bersama dengan itu, Pak asep juga menatap layar ponselnya.

(Ada apa dilayar tersebut ?)

Pada layar ponsel yang sedang dipandangi oleh pak asep ternyata menampilkan sebuah foto yang vulgar.
Sebuh foto.
Foto tersebut adalah foto seorang wanita yang terlihat mengenakan jilbab menutup kepalanya..
Wanita itu adalah natsha, dengan pose yang vulgar.
Sangat berbeda dari Natasha yang kita kenal dengan gadis soleh yang alim.
Bagaimana bisa pak asep memiliki foto telanjangnya natasha ?

Apalagi pada foto itu menampilkan payudaranya yang singtal, padat, dengan puting berwarna merah jambu.


“Aaah…ahhhhh….ahhhhhhhh, cantiknya kamu natasha….ah” suara erangan yang keluar dari mulut natasha.


“Aaaahhh”


Kemaluan dia yang besar itu terlihat dicekik oleh tangannya dengan kuat dan kasar.


“Aaaah…..nggk sia² perkembangan teknologi sekarang…ah….ah” ucap pak asep


“Hebat, sangat membantu hahahhahah” ucap pak asep


Ternyata saat itu, pak asep telah mengedit foto Natasha riski menggunakan teknologi Ai yang sangat populer saat ini.

Pak asep menggunakan jasa kenalannya yang ahli menggunakan teknologi Ai untuk bisa merubah tubuh Natasha Riski saat itu.



“Aaah…..ahh….natashaaaaaa….” erangnya




~Disisi Lain, Disebuah kamar~


Kamar yang terlihat cukup besar dan juga mewah.
Lampu tidur yang redup membuat kamar yang mewah diterangi dengan cahaya yang elegan.

Didalam kamar itu terlihat sosok wanita yang sangat cantik yang sedang menggenggam layar ponselnya.
Ya, wanita itu Natasha Riski.

Sudah Tiga bulan, dan bahkan sudah cukup lama sebelum perceraiannya bersama desta, natasha tak pernah disentuh tubuhnya.
Meski natasha adalah seorang wanita yang soleha dan taa’at beribadah namun dia juga seorang manusia biasa, natasha juga mempunyai hawa nafsu.


Kini terlihat diatas kasurnya natasha tidak mengenakan satu helai benang yang menutupi tubuhnya, sangat mengiurkan.

Payuda yang cukup padat dan wajah yang sayu-sayu manja pastinya akan membuat lelaki manapun akan terhipnotis jika melihatnya saat ini.


Saat ini dalam cahaya yang minim, kita menyaksikan natasha yang berbeda.
Natasha yang dikenal selalu berpakaian islami, berjilbab dalam, dan juga selalu mengenakan manset untuk menutup tangannya maka dimalam itu sungguh penampakan yang berbeda dari natasha.


Dilayar ponselnya, sanagat jelaas terlihat sebuah video yang manayangkan sebuah persetubuhan yang dilakukan oleh pria berkulit hitam.

Dagan saat itu, menayangkan si Pria berkulit hitam sedang menyetubuhi wanita putih dengan gaya doggy style…

Mata yang terlihat fokus kelayar dan juga raut wajah yang serius menandai jika natasha sangat bernafsu pada malam itu.


Beberapa saat setelahnya, tiba² natasha mencoba bangkit dari tempat tidurnya.

Natasha meletakkan ponselnya diatas kasur.

Dengan telanjang natasha berjalan kearah lemari yang berada dipojok kamarnya.

“CkleekkkkKkk” Lemari dibuka oleh natasha.


Natasha seperti mengambil sesuatu dari lemarinya.
Setelah natasha mengeluarkan sesuatu yang telah diambilnya dari lemari tersebut maka terlihat lah sebuah Penis mainan/dildo.


Bagaimana mungkin wanita soleha seperti natasha memiliki sebuah dildo….?

Setelah memiliki dildo digenggaman tangannya natasha segera naik ketempat tidurnya kembali.
Kemudian natasha kembali mengambil ponselnya.

Dilayar ponselnya kini adegan yang sedang diputar disebuah video menayangkan yang berbeda dari hal yang sebelumnya.

Kali ini wanita bule terlihat sedang menjilati kemaluan lelaki berkulit hitam itu, sangat jelas terlihat ukuran dari lelaki tersebut.

Bahkan besar kemaluan nya terlihat hampir seukuran lengan natasha.

Natasha yang melihatnya hanya mendesir, secara tidak sadar ujung dildo yang sedang digenggamannya telah bergesek² dengan bibir vaginanya.

Natasha sangat takjub dengan kemaluan lelaki yang ada di video itu, kemaluannya sangat besar bahkan mengalahkan dildo yang sedang digenggamannya.


“Aaah……” erang natasha


Kini cairan lendir merembes rembes disekujur vaginanya.

Terkadang juga di bibir vagina itu terlihat sesekali natasha menyentuh nya dengan cara menggesek pelan menggunakan dildonya.
Vagina natasha bertambah basah penuh lendir, bahkan jika dildo itu diangkat lendir yang membasahi vagina itu terlihat lengket membasahi kepala dildo.

Merasa tak sanggup menahan gejolak nafsunya, maka dengan pelan natasha menekan dildo ke vagina nya.


“Aaaah…besar……” erang natasha.


Pelan² dirasakannya batang dilldo itu ketika menggesek dinding vaginanya.

Meski tak seukuran kemaluan lelaki dalam video namun ukuran dilldo cukup besar bila dibandingkan dengan kemaluan suaminya yang pernah bersarang di vaginanya.


Vagina mulus tanpa ada bulu itu kini telah penuh terisi oleh dilldo.

“Aah……ahhhh” erang natasha

Pelan-pelan ditariknya kembali, lalu ditelannya separuh, lalu ditariknya kembali.

“Aah…….”

Pada saat dildo ditarik keluar terlihat cairan lendir yang datang dari dalam vagina natasha juga ikut keluar, sangat banyak bahkan diantaranya sudah menetes ketempat tidur.




~Disisi lain disebuah kamar~


“Ah..ah…ah….ah”


“Aaaah…ayo pah, yang cepat paaah, aaah”


“Aaah….”


Disebuah tempat yang berbeda Ketika itu terlihat sepasang suami istri sedang melakukan persetubuhan.

Ya, mereka adalah Gusmanto dan juga Ibu Wati.


Saat itu terlihat gusmanto sedang tiduran melentang diatas kasur, sementara diatasnya bu wati sedang menduduki tubuh gusmanto.
(Gaya Woman One Top)




Kemaluan mereka berdua terlihat telah menyatu, bahkan bu wati kini sedang menari di atas tubuh suaminya.

Memiliki boddy yang jumper membuat Gusmanto sedikit kesakitan menahan beban tubuh istrinya.

“Aaaikh…pelan mah” ucap gus

Bukan hanya itu, kemaluan gusmanto juga sedikit pedih akibat gerakan yang sedang dilakukan wati.

Apalagi kemaluan wati terasa amat tebal dirasakannya.
Ditambah suburnya bulu yang sangat rimbun menggesek area sekitar kemaluannya.

“Aaaaah….ah….” Erang wati

“Pelan mah, sakit” ucap gus

Payudara yang besar berukuran oversize itu terlihat bergoyang goyang.


“Aaaah….” Erang wati, kini ke dua jemari wati meremas bongkahan daging yang besar didadanya.


“Aah….tahan pah” ucap wati


“Aah sakit, udah ah, ganti posisi” ucap wati


Tiba² gusmanto memegang paha wati agar berhenti.

“Tukar posisi mah, sakit kontol papah” ucap gusmanto

“Iiih…..” ucap wati yang saat itu terlihat sangat tidak menyetujui ucapan gusmanto

“Ngaaaak”

“Trus ajaa…mamah suka kek gini” ucap wati sambil menggoyang pinggulnya.


Namun saat gusmanto ingin bergerak dan bangkit menegakkan badannya, tiba wati kembali mengangkat pantatnya dengan brutal.
Kontol kecil gusmanto tak mampu menerima goyangan brutal dari wati.


“Aaaaah…mamah, udah” ucap gusmantO


“Udah pah, posisi ini aja, dikit lagi mamah sampe” ucap wati sambil menekan kembali pantatnya..


“Aah..sakit maah” ucap gusmanto


Kali ini wati kembali membombandir gerakannya.
Sangat cepat, dan benturan pantatnya yang besar juga sangat keras dirasakan gusmanto.

Aksi dari wati itu membuat gusmanto sangat sakit dibsekujur batang kemaluannya, kemaluannya serasa diremas sehingga membuat gusmanto tak terbendung lagi.


“Aah pah tahan bentar mama mau sampai” ucap
wati.


“Aah…kjepit mah…ah, aaak ah, papa nggk tahan” erang gusmanto

“Tahan bentar dulu, ah” ucap wati yg mulai emosi

Dan seketika itu langsunglah meluncur sperma gusmanto didalam memek istrinya.
Sperma gusmanto menyembur dengan Badan gusmanto yg sedikit mengejang.




Namun sekian perdetik saat wati mengucapkan perkataannya gusmanto menyemburkan lahar panasnya kedalam memek wati.


“Aaah…papah …udah keluar ya…?” Ucap wati saat itu karena merasakan semburan sperma dari gusmanto didalam memeknya.

“Maaf mah” ucap gusmanto

“Abisnya mamah kenceng bngett,sakit kontol papah” ucap gusmnto.

“Mencengkram banget”

“Kesemutan rasanya” ucap manto




Namun saat itu ucapan gusmanto tak dihiraukan oleh wati melainkan tubuhnya tetap bergerak diatas tubuh gusmanto.

“Ah, …” erang wati

“Maaah udah…..”

Wati mencoba kembali menggoyangkan memeknya keatas dan kebawah, namun hanya beberapa kali saja tiba² kontol gusmanto terlepas dengan sendirinya dari memek wati.

Kontol gusmanto terlihat lunglai dan menciut.
“Mamah udah, papah udah lemes, “ ucap gusmanto



“Noh kan lepas” ucap gusmanto


“Iih…kebiasaan” ucap wati

“Dasar” ucap wati

Wati menoleh kebawah, terlihat olehnya kontol suaminya mengekecil dan terkulai lemes keluar dari memek tebelnya dengan sendiri.

Wati yang kecewa dengan sang suaminya segera turun dari tubuh suami dan juga dari tempat tidurnya.

Namun gusmanto segera merespon mencoba menariknya tubuh wati


“Maah kmana..?” ucap gusmanto

Saat itu juga tangan gusmanto dengan cepat di tepis oleh wati, wati menjauhi tubuhnya dari gusmanto.

“Udaaah ah, mamah sebel” ucap wati

“Maaaf mah, mamah juga sih main nya kek kesetanan gitu, udah papah bilang tukar posisi agar kontol papah nggk sakit” ucap gusmanto


“Alaaaaah, pakek minta tukar posisi segala, yang ada aku yang nggk ngrasain kontol mu” ucap wati emosi.

“Cuman gaya kek tadi yang agak kerasa tau nggk? Tapi ya…percuma juga” ucap wati kembali

“Udah lah, aku mau kedapur” ucap wati lalu pergi melangkah keluar kamar dengan keadaan telanjang



Tubuh telanjang yang sangat aduhai kini berjalan kearah dapur.
Pinggul yg lebar melenggak-lenggok seiramah langkah kakinya, payudara yang besar seperti pepaya juga terlihat bergoyang goyang.

Meski tak mudah lagi wati memiliki tubuh yang menggiurkan, selain payudara yang besar dimilikinya wati juga memiliki pantat yang tambun.
Namun bukan hanya itu saja, Wajah dan kulit nya juga terlihat cantik, tanpa ada kerut’tan.

Wati adalah seorang wanita yang cukup modis meski kesehariannya dikenal dengan wanita soleha yang mengenakan jilbab dan gamis bila kemanapun, akan tetapi semua pakaian yang dikenakan itu adalah produk atau brand² luar.
Hanya dirumah lah dirinya mengenakan daster saja sebagaimana ibu rumah tangga pada umumnya.


Bukan hanya dari segi pakaian saja, wati juga rajin merawat tubuhnya di spa, juga mewarnai kuku2 tangannya, dan mengganti ganti warna rambutnya.

Seperti saat ini dibawah terangnya lampu dapur, rambut wati terlihat berwarna putih kebiruan.
Saat ini wati sedang meneguk air putih yang diambilnya dari dalam sebuah kulkas didapur.
Pada saat meneguk air, Terlihat payudara besarnya bergetar.


***


00.15

~disisi lain~

Ahh………crooooOot

Sudah dua jam lebih akhirnya bendungan dikontolnya hancur juga.
Dengan deras air menyembur bervolume yang cukup tinggi membasahi kasur nya yang usang.

Kasur santai yang digunakan untuk tidur kini telah penuh dengan cairan sperma yang berAroma kuat.

Sipemilik tubuh kini terkulai dengan tubuh yang masih duduk namun merebah miring kesamping bertopangkan dinding.
Sementara tangan satunya, meski terkulai lemah namun dalam genggamannya masih terlihat layar ponsel yang masih aktive.
Layar itu menampilkan sebuah foto real Ai Natasha Riski tanpa busana.
Pose fotonya, natasha mengangkan dengan tangannya sedang meremas payudaranya yang singtal.
Sangat real dan cukup membuat fantasy pak asep tersalurkan.



~disisi lain~

Dari jauh terlihat natasha telah terkapar di atas tempat tidurnya.
Mukanya menghadap kearah langit² atap plafon kamarnya.
Tangannya melentang bebas dengan kaki yang tegak mengangkang.

Nafas natasha terdengar tersengal².
Matanya hanya mampu sedikit terbuka.
Kasurnya yang tadinya kering kini terlihat basah seperti anak kecil (ngompol).



Beberapa saat setelahnya terlihat natasha yang sudah terlelap dalam tidurnya.
Raut mukanya terlihat cukup puas meredakan Gejolak birahi yang sedang menggebu.



Tak peduli siapapun kamu, setiap manusia pasti memiliki nafusnya masing².
Dan jika nafsu sedang bergejolak, maka tuntaskanlah sebagaimana Semestinya.

(Dalam episode kali ini para tokoh dalam cerita mengajarkan cara menyalurkan nafsu dengan semestinya.)







BERSAMBUNG


===============

Selanjutnya....



Episode. 8 Kesibukan dapat melupakan segalanya.








Tak terasa sudah memasuki bulan ke 8 Natasha berpisah dengan sang suami, hari-hari yang dilalui natasha cukup sibuk.
Selain harus membuat kondisi toko berjalan dengan stabil melalui promosi² yang dilakukannya, Natasha kini juga disibukkan dengan Tulisan dan juga pekerjaannya sebagai artis.

Natasha Riski saat ini sedang mengerjakan sebuah film dengan aktor cantik dan juga temannya yaitu Citra kirana.
Namun film yang dilakoni natasha itu mungkin beberapa hari lagi akan selesai shotingnya.

Selain itu natasha kini juga akan menerbitkan sebuah buku dengan judulnya yang baru.


Kehidupan yang cukup sibuk membuat natasha melupakan rasa kecewa yang sebelumnya.





~Di sebuah Desa~


“Ayo sep trus ….kekiri dikit…ya..! op,op..op sip…mantap sep” ucap gusmanto

“Yang ini kemana pak…?“ Ucap asep kepada gusmanto

“yang ini disitu aja sep, “ ucap gusmanto sambil memerintahkan asep untuk meletakkan satu meja kecil kelokasi disudut ruangan.


Selain Gusmanto dan Pak Asep, juga terlihat para penghuni desa sukasari.
Di pagi minggu ini mereka terlihat cukup sibuk, melaksanakan sebuah pekerjaan.

Namun yang terlihat hanya orang² yang ada dalam struktur pengurusan saja.
Hanya sepuluh orang, yang di ketua kan oleh pak gusmanto.
Ya, didesa sukasari pak gusmnanto adalah ketua nya.



~info~
Didesa Sukaasari, dari dua bulan yang lalu telah di’adakan sebuah pembangunan.
Pembangun tersebut adalah pembangunan sebuah bangunan untuk sebuah tempat yang akan menjadi bangunan “Bebas Fungsi”.

Bangunan itu terletak tepat disebelah kantor desa.

Biasanya dulu pada gedung yang lama, para warga menggunakannya untuk mengobrol, nonton bola, dan juga bermufakat.

~infoEnd~






~Kembali ke saat ini~

Pada pagi ini, terlihat bapak² penghuni Desa sukasari memindahkan semua meja² dan juga barang² penting lainnya ke dalam bangunan yang baru.

Karena sesuai kesepakatan bersama yang terjadi sebelumnya, para penghuni setuju untuk mengganti bangunan serba guna itu dengan bangunan yang baru.

Bangunan yang cukup sederhana, berdesain sederhana, namun didalamnya ada sebuah wC dan satu tempat tidur terlihat cukup sederhana.
Namun tentunya sangat jauh berbeda dari bangunan sebelumnya.


Tak terasa sudah 4 jam dihabiskan para bapak² untuk berbenah-benah.
Dan kini, Terlihat pak gusmanto dan para bapak² yang lainnya kini sudah rehat ditemani beberapa cemilan dan secangkir kopi terletak di atas meja.

Mereka semua melepas penat, dan begitupun juga dengan asep.


Pada pembangunan kali ini asep diminta untuk menahkodakan pembangunan.
Tentunya kini dia sangat senang akhirnya pekerjaan sudah selesai.

Selama jalannya pembangunan ini selain profesinya yang sebagai satpam keamanan , asep juga diminta/ditunjuk langsung untuk mengurus pembangunan tersebut.

Membangun sebuah bangunan bukanlah hal yang baru bagi asep, seperti yang diceritakan sebelumnya asep sudah melewati pahit manisnya kehidupan sehingga memaksanya harus bekerja tanpa memilih.
Termasuk sebagai tukang bangunan, dia juga cukup lama bergelut dibidang kontruksi tersebut.

Kini dengan adanya kesempatan dan situasi asep mengerahkan segala pengetahuannya untuk membangun bangunan itu.

Semua warga dan juga pak manto cukup puas dan sangat senang atas kinerja asep.



Dikarenakan adanya pembangunan yang membuat asep cukup sibuk dikala itu, berlahan² dirinya lupa akan kejadian pertemuannya dengan natasha riski.

Walaupun tetap saja saat setiap asep “colli”, bayangan Natasha Selalu menjadi Fantasy nya.




BERSAMBUNG…


===============

Episode . 9 Pertemuan Kembali.









Beberapa Bulan, Selanjutnya.

Sore harinya sekitar jam 4.40 Wib, terlihat para bapak² sedangan mengobrol.
Lokasinya di sebuah bangunan yang baru selesai.

Dari beberapa para bapak² itu juga terlihat asep dengan pakaian dinas satpamnya berwarna hitam.
Selain mengobrol mereka juga menikmati kopi yang memang sudah di sediakan ditempat tersebut.

Dari kejauhan saat itu, terlihat mereka sangat kompak, terlihat mengobrol dan tertawa bersama.
Hingga beberapa saat setelahnya para bapak² yang sedaritadi berkumpul saat itu satu persatu pulang kerumah, hingga menyisahkan dua orang, yaitu Gusmanto dan asep.

Saat itu terjadi obrolan singkat,

“Taon baru nggk balik kampung pak gus…?” Tanya asep

“Blum tau pak sep, pak sep gimna ? Pulang ?”

“Wah, kalau saya mau pulang kmana pak? Saya mah udah dilupain sama keluarga hahahha, “ ucap asep bercanda

“Hahaha ada² aja kmu pak sep, mana mungkinlah dilupain “ ucap gusmanto

“Sbenarnya nggk ada tujuan juga pak, orang tua udah nggk ada, yg ada cuman adik ² saya pak, udah ada keluarganya masing² pakgus “

“Owh, kenapa nggk krumah istri lama mu aja sep?” Ucap gusmanto

“Hehehe apalagi itu pak, palingan udah ada suaminya yg baru hehehh” ucap asep

“Ya kan nggk cuman satu istrinya pak asep hahhaha” ucap gusmanto sambil tertawa

“Hehehe nggk ah pak, nggk enak pak, segen saya masuk ke kehidupannya kembali” ucap pak asep

“Oh iya, pak asep hebat ya bisa banyak isstrinya hahahha” ucap gusmanto

“Ahhaha ituh mah biasa aja pak”

“Biasa apanya, hebat lo pak hahaha” ucap gusmanto

“Oh iya Kalau boleh taau, semua istrinya yg dulu punya anak semua pak ?” tanya gusmanto.


“Heheh ya punya lah pak, kalau nggk rugi saya donk pak hahahha” ucap pak gusmanto


“Wah salut saya sama pak asep” ucap gusmanto


“Hehehhe kuat juga pak asep, bagi² dong pak rahasianya bisa kek gitu” ucap pak gusmanto kembali.

“Hehehe bapak ada² aja” ucap asep

“Iya pak sep , bagilah saya rahasianya hehehe” ucap gusmanto

“Apalagi saat ini pak, diumur yang segini tambah lemah aja itunya saya pak, jadi nggk mampu nge imbangi istri kadang² pak” ucap gusmanto dengan pelan.

Sedikit kaget asep mendengar ucapan gusmanto saat itu.

“Wah kalau yg kek itu nggk ada pak, “ ucap asep

“Tapi temen saya ada pak, dikampung sebelah” ucap asep kembali

“Wah ….serius pak..wah mau donk pak, tolong saya lah pak” ucap gusmanto

“Tapi, saya coba tanya² dulu ya pak sama temen saya, siapa tau dia nggk dirumah” ucap asep

“Wah pak, tolong banget saya ya pak, duh nggk tau lagi harus gimana saya pak “ Ucap gusmanto dengen Perasaan senang.

“Iya pak, malam nanti deh saya coba kabarin temen saya itu pak” ucap asep

“Wah makasih banget saya pak…sekali lagi makasih pak” ucap pak gusmanto

“Ah pak gus berlebihan sekali, biasa aja lah pak, “ ucap asep

“Oh iya, Emang masalahnya apa sih pak.?” Selidik asep


“Nggk tau pak sep, udah dua tahun ini sangat sulit buat ngeladeni istri saya pak, apalagi sekarang mudah banget keluar ini saya pak, nggk tau juga kenapa bisa kek gini,” ucap gusmanto


“Wah…bapak gituannya sekali berapa hari emangnya..?” Tanya asep

“tiap hari malahan pak, ini saya berdiri trus pak ngeliat istri saya dan bahkan tiap malam gituan pak. tapi ya gitu…..klw dipakek nggk bisa tahan lama pak” ucap gusmanto menerangkan


“Wah, sayang bnget ya pak hehheehe,” ucap asep

“Gimana nggk berdiri tiap malam, bu wati boddy nya yahud gitu hehheheh “ ucap pak asep becanda


“hahahah ya makanya pak, bantu saya ya pak” ucap pak gus


“ya deh pak, nanti saya telfon tmen yang td saya maksud” ucap asep


“Yaudah pak asep, sip, oh iya besok ada acara nggk ?” Ucap gusmanto

“Kenapa pak, ? Blum tau pak, !” ucap asep

“Mau ngajak main catur dirumah, udah lama nggk main catur kita hehehh” ucap gusmanto


Asep yang merasa resah saat itu, dia mencoba memutar otaknya mencari beribu alasan agar terhindar dari ajakan pak gusmanto saat ini.

Pak asep sendiri sangat tak ingin bermain melawan pak gusmanto, selain sulit dikalahkan, pertarungan dirinya dengan pak gusmanto pastinya akan memakan waktu yang sangat lama.

“Wah, liat nati deh pak, soalnya mau benerin motor rencananya besok pak heheh” ucap asep


“Owwh yaudah pak asep, kalau gitu…saya pulang dulu ya” ucap gusmanto

“Tapi klw nggk jd benerin motor besok, kerumah saya ya pak heheh” ucap gusmanto melemparkan penawarannya kembali


“Hehhe iya pak siippp” ucap pak asep

“Sama yang td jngan lupa ya pak,” ucap gusmanto mengingat kan persoalan permintaan bantuannya.

“Iya pak, pokoknya mlm nanti saya telvon orangnya heheh” ucap pak asep


Namun saat itu, tiba² sebuah mobil berhenti didepan pak asep dan juga gusmanto yang sedang mengobrol.

Mobil tersebut menurunkan kacanya sementara gusmanto juga terlihat sangat senang raut diwajahnya.


“Papaaaah……” ucap natasha

Ya, wanita didalam mobil tersebut adalah natasha.
Jilbab yang dikenakan natasha saat itu berwarna cream.

“Wah acaaaa, tumben sorean k’rumah ? Ada apa nak???” Ucap gusmanto

Sementara pak asep yg sedari tadi terkesima melihat kehadiran natasha didepan matanya membuatnya terkejut, karena mendengarkan pak gusmanto yang memanggil wanita itu dengan sebutan Nak.

Tatapan pak asep tak sedikitpun teralihkan dari wajah natasha.
Seketika kontolnya yang td sedikit mengeras karena obrolan dengan gusmanto menjadi keras maksimal.



Kembali ke sisi natasha yang menanggapi pertanyaan papahnya.

“Rencananya mau nginep pah dua hari hehheh” ucap natasha

“Wah papah seneng dengernya “ ucap pak gusmanto


Kemudian dr dalam mobil terlihat juga teriakan dari cucunya gusmanto.

“Kakek….” Ucap cucunya

“Wahh cucu kakek dateng juga ya, yaudah aca langsung aja krumah, papa mau pulang juga” ucap gusmanto penuh kesenangan karena kehadiran cucunya.

“Bareng aja pah….” Ucap natasha

“Nggk usah ca, papa jalan aja sekalian meraton hehehh”

“Kakek….dedek ada ole² buat kakek” ucap salah satu cucunya

“Hehhe aduh cucuku, kangen banget kakek nak” ucap gusmanto

“Ayo buruan ca, “ ucap gusmanto

“yaudah pah, aca duluan ya” ucap natasha.

“Iya na”


Sekilas aca melihat lelaki paruh baya yang ada didekat papahnya.

Wajah lelaki tersebut sangat familiar bagi Natasha. Dan juga Lelaki itu terlihat tak berkedip menoleh kearahnya.

Hingga didiseketika waktu Natasha menolehkan pandangannya kearah selangkangan lelaki yang sedang duduk itu.
Seketika natasha terkejut, dan jantungnya berdetak tak karuan.

“Dasar…..gila, mesum banget tu aki²” ucapnya dalam hati.


Pada saat itu diarea selangkangan lelaki yang belum dikenalnya itu terlihat mengembang.
Terlihat sangat jelas, penuh terisi, dan mengembung.
Semua itu tertangkap oleh pandangan natasha.


Kemudian natasha menoleh kearah mata lelaki itu, membuat mata mereka beradu pandang.
Masih sama dengan yang tadi, tak ada yang berubah, matanya masih saja menatap kearah nya dan dengan sangat tajam, bernafsu.




Ditempatnya berada saat ini, didalam mobil.
Natasha teringat dengan lelaki yang mesum ini.
Ya, beberapa bulan yang lalu saat dia mengunjungi ibunya.
“ Ya, dia lelaki mesum itu” ucap natasha dalam hatinya.

Karena tak ingin berlama² menoleh kearah lelaki itu maka natasha segera memutuskan untuk pergi meninggalkan papah.




Saat mobil telah berjalan, pak gusmanto menoleh kearah pak asep.

“Pak asep, itu anak saya satu² nya yang saya ceritakan” ucap gusmanto

“Wah, anak baapak artis ya…?” Ucap asep yang masih terlihat terpukau

Gairah asep kembali muncul, dan sangat bergejolak.

“Hehhe iya pak, “ ucap gusmannto

“Saya kenal pak, dia natasha riski, cantik” ucap pak asep dengan tatapan kosong.

“Hehehhe makasih pak, saya seneng pak asep muji anak saya hehehh, yaudah saya pulang dulu ya pak” ucap pak Gusmanto


‘iya pak gus” ucap asep , kali ini asep mengucapkan dengan sedikit terpatah².



***



Masih ditempat yang tadi, asep merasakan kontolnya sangat sangat keras sekali.
Pikiran asep dipenuhi wajah natasha riski yang sudah jadi fantasinya yang cukup lama.



BERSAMBUNG...


Pertemuan kembali dengan natasha membuat pak asep bergairah kembali.


===============

Eps. 10 Kesempatan Emas.










Malam hari ini di sebuah rumah Di desa sukasari di warnai dengan kebahagian.
Rumah itu adalah kediaman Gusmanto.
Saat ini Gusmanto dan juga istrinya Wati terlihat sedang bercanda gurau dengan cucu² nya.

Sementara Natasha dari tempatnya duduk ketika itu, hanya tersenyum melihat kedua orang tuanya yang sedang bercanda bersama anak² nya.


~21.00~

Natasha baru saja keluar dari dalam kamarnya, dia baru saja menemani anaknya untuk tidur.

Didepan tV saat itu terlihat ayahnya sedang duduk sambil menonton.

Natasha mendekati ayahnya.
“Pah…blum tidur…?” Ucapnya


“Blum nak, cucu papah gimana ? Udah tidur ?” Ucap gusmanto

“Udah pah, mereka harus dibacain dongeng dulu pah, baru tidur” ucap natasha yang saat itu ikut menyaksikan acar pada layar tV

“Hehehheh sama aja sperti Aca, dulu Aca saat kecil juga gitu, heheh” ucap papahnya

“Heheh papah” ucap natasha

“Pastinya cucu² papa besok punya hobi nulis juga sama sperti aca “ ucap gusmanto

“Duh pah, jangan deh pusing jd penulis pah” ucap natasha

“Nggk juga kok ca, ada juga kok yang menanggapi jika menulis adalah sebuah peluang Emas buatnya” ucap gusmanto


“Sama sperti Aca yang membuatnya menjadi peluang Mas, heheh” ucap gusmanto

“Hehehh iya ya pah” ucap natasha

“Hehehehe , oh iya pah….! mamah mana pah ?” Ucap natasha

“Mamah udah tidur ca, barusan masuk kamar” ucap gusmanto

“hmm, pah td yang bersama papah didepan siapa ya…?” Ucap natasha

“Oh itu keamanan didesa kita Ca,knapa Nak ? “ Ucap gusmanto

“Oh, soalnya baru ngeliat, “ ucap natasha

“Iya Ca, soalnya dulu dia cuman pedagang aja disini ca” ucap gusmanto

“Owh, pantesan baru liat pah” ucap natasha.

“Orang ambon, hidup sebatang kara ca, tanpa istri dan anak. mangkanya papah rekomendasikan beliau ke kantor desa” ucap gusmanto

“Oh gitu ya pah” ucap natasha.

“Yaudah pa, aca kekamar dulu ya, ngantuk” ucap natasha

“Papah bobok gih, jngan malam² loh pah bobok nya, jaga kesehatan” ucap natasha kepada papahnya.

“Iya nak, Bentar lagi papah masuk,” ucap gusmanto.



Setelah natasha masuk kembali kedalam kamar, gusmanto segera mematikan tV dan berjalan masuk kedalam kamar.




~disisi lain~

Terlihat pak asep sedang berbicara dalam telfon dengan seseorang.
Dia adalah darso seorang dukun kondang yang sangat paten.
Ditempat darso saat ini selain profesinya sebagai dukun dia juga membuat sebuah tempat pijat tradisional.


“Gimana darso ? “ Ucap Asep

“Iya nanti pagi saya kirimkan sama kamu” ucap darso.

“Trus sampenya nggk besok lusa kan…?” Ucap asep


“Nggk sep, palingan jam 12 atau jam 1 udah kamu terima”

Asep girang mendengarkannya,

“Duh makasih ya darso…!” Ucap asep

“Iya sep, tapi infomu tadi bener kan soal wanita tadi…?” Ucap darso

“Weleh weleh so, nanti deh ku kirimkan fotonya sama kamu” ucap asep

“Yaudah, saya tunggu sep, tegang kontolku dengernya hehehehh” ucap darso


Beberapa saat s’telahnya obrolan mereka usai.
Dalam situasi obrolan saat itu, asep meminta sebuah obat tidur dan juga perangsang dari darso.
Asep berencana tak ingin melewati kesempatan emas yang sudah datang.
Ya, ada sebuah rencana yang akan asep lakukan demi natasha.

Sementara itu ada satu obat lagi yang asep minta kepada darso, yaitu obat tahan lama untuk kontolnya pak gusmanto.

Namun saat asep menjelaskan masalah gusmanto pada darso. Ternyata dalam obrolan saat itu darso malah penasaran dengan cerita asep mengenai istrinya pak gusmanto.
Darso merasa menjadi terangsang mendengarkan obrolan asep perihal istri dan juga masalah yang sedang dialami Gusmanto.
Darso sangat ingin mengenal dan melihat seperti apa rupa istri dari Gusmanto.

Dengan terpaksa asep berjanjji akan memperlihatkan/ mengirimkan sebuah foto istrinya pak gusmanto kepada darso.

Masalah obat yang diinginkan gusmanto, kini dipending dulu karena darso ingin melihat foto dari istrinya.


Begitulah kesimpulan dari situasii darso saat ini.




~Didalam sebuah kamar~


Wati terlihat sedang telanjang bulat duduk mengangkang.
Dirinya terlihat sibuk membersihkan vaginanya dengan selembar tisu.
Saat itu dari lubang Vaginanya terlihat cairan kental yang mengalir keluar, hanya sedikit.

Wati saat itu mencoba mengorek dan memaksa cairan tersebut keluar dari lubang vaginanya.

“Nggk rela aku di semburin sperma mu gus” ucap wati dengan kasar

Sementara gusmanto saat itu hanya bersender pada dinding yang terdapat pada ranjang nya, dirinya hanya diam dan tak mampu berbicara apa²

“maunya enak sendiri aja kamu ” bentak wati

“Udah dua tahun loh, aku nggk pernah dapet,”

“Iya mah, maaf..!” Ucap gusmanto

“Maaf..maf…maaf aja kata kamu”

“kok kasar gitu sih..?” Ucap gusmanto

Wati terdiam lalu menoleh kearah kemaluan suaminya, kemaluan itu terlihat sangat kecil dan lunglai.

Pemandangan tersebut membuat emosinya kembali naik.

“ih….jijik aku liat burung kamu “ ucap wati dengan kasar, lalu segera pergi meninggalkan kamar.





Saat wati berlalu keluar.
Gusmanto sangat kecewa sekali mendengarkan ucapan sang istri barusan.
Akan tetapi kemampuannya saat ini adalah hal yang paling dia kecewakan.

Dirinya teringat dengan Asep, dan sangat berharap besar dengannya.




***


BERSAMBUNG


===============



===============



===============



===============



===============

Comments

Popular Posts